Sulap Sampah jadi Rupiah, Begini Cara Pemda Lombok Utara

NTBOke - Beberapa waktu yang lalu “Gumi Tioq Tata Tunaq” khususnya di Gili Trawangan, kisruh dengan masalah sampah. Belakangan ini keberadaan limbah sampah ini oleh Pemkab Lombok Utara, justru intens membentuk kelompok-kelompok pengelola sampah di desa dengan tujuan dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat. Sampah pun disulap menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Lombok Utara H. Rusdi mengungkapkan, sejauh ini masing-masing kecamatan telah memiliki keterwakilan kelompok pengelolaan sampah. Sampah yang sudah dipilah, diolah menjadi pernak-pernik hingga perabotan yang menarik.

“Kelompok ini menyebar dan sangat aktif. Misalnya yang di Sigar Penjalin, mereka sampai mengirim pupuk organik yang berbahan dasar sampah ke luar daerah. Produksinya sampai 1 ton perbulan,” ungkapnya.

Dibentuknya kelompok pengelola sampah ini sejatinya telah dilaksanakan pada tahun 2017 lalu, seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 660.2/215.1/DLHPKP/2017 tentang Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan. Di mana salah satu pointernya, desa dipersilahkan membentuk kelompok dengan maksud agar warga dapat mengelola sampah rumah tangga skala permukiman.

“Jadi tujuannya agar mengurai dan memanfaatkan kembali sampah sejak masih berada di pemukiman. Menurut saya, sampah ini adalah uang kalau kita bisa mengelolanya,” jelas H. Rusdi.

Lebih jauh dikatakan untuk tahun ini, dinas berupaya membentuk kelompok pengelola sampah di seputur kawasan perkotaan, seperti Kecamatan Tanjung, Pemenang, dan Gangga.

Dari tiga kecamatan itu, paling tidak sekitar 20 persen kelompok akan dibentuk. Kemudian pembinaan kepada kelompok akan diintensifkan, agar mereka dapat menghasilkan sisi ekonomis sendiri.

“Sosialisasi sudah kita lakukan, sampai ke sekolah pun juga. Kami masuk sekolah untuk membentuk bank sampah. Anggaran untuk ini kita siapkan sebesar Rp 160 juta,” jelasnya.

Untuk menambah semangat para kreator dan pegiat lingkungan ini, pihaknya akan menganggarkan reward bagi kelompok maupun perorangan, yang dianggap memberikan dampak cukup signifikan terkait pengelolaan sampah di Lombok Utara. Wacana yang muncul, hadiah itu berupa tiket umroh.

“Iya kemarin Pak Bupati sempat bilang kalau perlu kita umrohkan. Tetapi ini masih rencana, kita lihat ke depan, saya setuju saja,” tandasnya.

Sumber : Kicknews
Publikasi : Amaq QQ

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel