Kampanye di Tebaban Ali Sakti Janjikan 5000 Beasiswa

Kampanye di Tebaban Ali Sakti Janjikan 5000 Beasiswa
Ali BD : Sekolah Negeri dan Swasta Tidak Boleh Dibedakan

NTBOke – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB HM Ali BD-TGH Gede Sakti (Ali-Sakti) nomor 4 menggelar kampanye dialogis di lapangan umum Desa Tebaban Kecamatan Suralaga, Senin (19/3/2018). Kampanye Dialogis kali ini diluar prediksi tim, dimana yang hadir simpatisan Ali-Sakti membeludak.

Dalam kesempatan itu, kembali ditegaskan HM Ali BD bahwa  Pendididkan adalah yang paling utama  dalam Negara. Kondisi pendidikan kita masih tidak dalam posisi baik di  NTB, di mana posisi NTB ada di nomor 32  dari 34 propinsi. Ini bukan artinya orang NTB tidak pinter tapi kualitasnya masih rendah.

“Ada 5000 beasiswa untuk S1 sampai dengan S3 pertahun, pada  tahun pertama pemerintahannya, dengan dana yang disiapkan sekitar  60 miliar. Demikian juga, bidang kesehatan jadi perhatian, dengan memenuhi kebutuhan dokter spesialis  kita sesuai dengan kebutuhan,”tegas Ali disambut gemuruh tepuk tangan simpatisan Ali-Sakti.

Ali BD juga menegaskan, tidak boleh ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta, baik itu madrasah dan pondok pesantren. Sebab jauh lebih banyak sekolah swasta ketimbang negeri.

“Dan ingat yang lebih dulu ada di negara kita ini adalah lembaga pendidikan swasta termasuk madrasah dan pesantren. Jadi tidak boleh dibeda-bedakan,”tegasnya.

Di bidang keuangan, Ali BD mengaku bahwa sejak dirinya memimpin Lombok Timur, sudah mendirikan lembaga- lembaga  keuangan seperti Selaparang finansial yang kita dirikan 2006 lalu. Nah, nanti kita siapkan 100 miliar pertahun dengan lembaga yang sama untuk membantu masyarakat kecil dalam modal usaha jika kita diamanatkan memimpin NTB.

“Lemaga keuangan itu sangat bermanfaat untuk rakyat kecil yang membutuhkan modal untuk usaha, supaya menjadi masyarakat yang sejahtera. Inilah yang kita lakukan nantinya jika sebagai Gubernur NTB,”ungkapnya.

Menurut Bupati Lotim dua periode ini, pengalaman yang dilakukan di saat memimpin Lotim, dimana saat melakukan pembangunan baik itu gedung, infrastruktur jalan maupun pasar, tidak pernah dengan biaya hutang piutang. Untuk anggaran bantuan sosial, pemkab Lotim sudah menganggarkan 60 milyar pertahun dan nanti kita akan siapkan 100 miliar bansos di propinsi nanti.

“Kok bisa tidak berhutang,? karena saya menggunakan anggaran secara efesien dan hemat, tidak menghamburkan uang rakyat untuk hal-hal yang tidak penting. Saya fokus  menggunakan uang rakyat itu untuk membangun masyarakat seutuhnya,”pungkasnya.

Sementara Calon Wakil Gubernur TGH Lalu Gede Sakti dalam orasi politiknya juga menegaskan bahwa Ali Sakti adalah calon yang lahir dari rakyat, kami bisa jadi calon karena dukungan KTP dari rakyat, dan ini adalah sejarah yang tidak boleh dilupakan.

“Oleh karena itu, mari kita jaga kekompakan, kita harus tetap solid untuk memenangkan Ali Sakti, kami akan memberikan keadilan kepada semua masyarakat, tanpa mmebandingkan golongan di NTB ini," tegasnya

Gede Sakti juga menambahkan bahwa Ali Sakti akan memimpin dengan kasih sayang demi NTB yang berkeadilan. “Kami akan mengayomi semua kalangan, karena Ali Sakti lahir dari rakyat dengan penuh rasa cinta dan sayang yang sudah dibuktikan sejak penggalangan KTP dukungan calon independen" pungkasnya.


Dalam kampanye ini, keduanya terlihat kompak dalam menyerukan kampanye damai di Pilkada NTB 2018. Bagi keduanya, dalam Pilkada 2018 ini harus memiliki hati yang damai serta jiwa yang sehat sehingga akan terus tercipta keharmonisan dalam menjaga kedamaian khususnya buat Nusa Tenggara Barat.

Kampanye dialogis Ali Sakti juga dirangkaikan dengan simulasi pencoblosan oleh TGH Shalehuddin, Lc dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh TGH M. Nasir Abdul Manan.

Penulis : Asror
Editing : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel