Leasing dan Debt Collector di NTB Bakal Di Sweeping Massa

NTBOke - Maraknya aksi perampasan kendaraan yang di lakukan oleh preman berkedok debt collector membuat beberapa ormas geram. Sedikitnya empat ormas yang yang terdiri dari Amphibi, Laskar Sasak, NTB Bangkit dan Kasta NTB bersiap melakukan sweeping terhadap aksi leasing dan debt collector yang praktik perampasan kendaraan terhadap nasabahnya.

Hal tersebut di sampaikan oleh Ketua LSM NTB Bangkit yang juga koordinator sweeping Abdul Rahman melalui rilis yang disampaikan kepada awak media pada Senin (5/3/2018).

”Mereka telah menomor duakan aparat penegak hukum yang lebih berwenang melakukan eksekusi hukum, Jangan kita biarkan mereka membuat negara kecil sendiri dengan aturannya sendiri”, Tegas koordinator Amphibi ini.

Dia menyayangkan aksi leasing yang mengabaikan Undang – undang fidusia dan UU Perlindungam Konsumen.

“Sudah jelas diatur dalam UU Fidusia tetapi mereka malah mengaburkannya dan mereka juga di subsidi pemerintah, para “preman” itu harus di basmi mereka kami anggap penghianat dan tidak ada manfaatnya hidup kalau hanya merugikan sesamanya sendiri dengan memperkaya orang luar”, Tutur Abdul Rahman.

“Kalau aparat tidak tegas jangan salahkan masyarakat mengambil tindakan sendiri, Dan jangan kaget kalau ada jatuh korban dari kedua belah pihak, Kita sama sama cari nafkah akan tetapi jangan bermimpi mau berkuasa dengan membuat aturan aturan sendiri dan NTB punya aturan, maka pakailah aturan dan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan kesenjangan yang dapat mengancam stabilitas kamtibmas” tegasnya.

Sementara itu Ketua KASTA NTB Muhanan, SH berharap Pihak Berwajib sebagai pengayom dan pelindung masyarakat harus lebih sigap dan tegas lagi untuk menghadapi gempuran debt collector yang cukup meresahkan warga NTB.

”Kita mengecam tindakan – tindakan seperti itu yang main rampas di jalan dan kita berharap pihak kepolisian ikut peduli dengan permasalahan ini dan menindak tegas para preman jalanan ini”, ucap Muhanan yang akrab di sapa Arnand.

Sebelumnya di ketahui aksi perampasan yang di sertai penganiayaan menimpa jurnalis Metropol yang kendaraannya di rampas oleh Smart Finance yang menggunakan jasa debt colector, Hal yang sama juga menimpa seorang guru yang di sergap dan kendaraanya di rampas oleh 8 orang preman di cakra negara, Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini pun tanpa daya melepas kendaraannya. Ironisnya SIM nya juga di ambil oleh debt colektor yang di duga suruhan dari Maybank tempat dia membeli kendaraan dengan cara kredit.

Di tempat terpisah, Laskar Sasak mempersiapkan diri untuk berkolaborasi dengan ormas maupun LSM untuk melawan para preman yang di anggap sudah mengotori Pulau Seribu Masjid dengan aksi premanismenya.

Pergerakan dari gabungan dari beberapa LSM dan Ormas ini di perkirakan bakal mencapai ratusan orang dan bersifat mendadak serta massif.

Penulis : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel