Produksi Padi Kota Mataram Tahun Ini Anjlok

NTBOke - Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menyebutkan, produksi padi petani pada beberapa titik turun hingga dua ton per hektare akibat terserang hama “blas” atau sejenis hama penggerek.

“Dari beberapa titik lahan pertanian yang kami uji, produksi padi yang biasanya mencapai 6 ton per hektare, turun menjadi 5 hingga 4 ton per hektare,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Hama “blas” ini menyerang bagian tengah batang padi ketika padi akan mengeluarkan bulirnya, karena sari-sari padi sudah diserap maka padi yang dihasilkan kosong dan berwarna putih.

Ia mengatakan, penyebaran hama “blas” ini terjadi hampir merata namun tingkat penyebarannya sekitar dua hingga lima persen. Tertinggi terjadi di kawasan Karang Rundun dan Cakranegara dengan tingkat penyerangan di atas 5 persen.

Hama penggerek batang ini, katanya, terjadi karena petani secara terus menerus menanam padi sehingga hama tersebut terus berkembang. Semestinya, petani mengikuti arahan dari penyuluh untuk menanam padi maksimal tiga kali, kemudian diganti sekali dengan palawijia.

“Tapi, karena kebanyakan petani menyewa lahan, jadi mereka tidak mau rugi kalau menanam palawija yang relatif lama dan belum tentu untung,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerugian pada petani, pihaknya telah membangikan obat antihama secara gratis kepada petani yang didistribusikan dari pemerintah provinsi.

Namun, ketika petani sudah menyemprotkan obat antihama tersebut terjadi hujan, sehingga efektivitas obat tersebut hilang. “Sekarang kami sudah mendistribusikannya kembali, semoga saat panen nanti petani bisa mendapat hasil maksimal,” katanya.

Di samping itu, pihaknya juga mencoba mengarahkan petani menggunakan bibit dengan varietas “inpari 22” yang dinilai tahan terhadap hama “blas”.

“Upaya itulah untuk sementara ini yang bisa dilakukan, agar produksi petani tidak menurun dan petani tidak merugi,” ujarnya.

Menyinggung tentang produksi padi pada panen perdana tahun ini, Mutawalli mengatakan, saat ini timnya masih melakukan pendataan sebagai sebagai dasar penetapan realisasi panen tahap pertama.

“Kami berharap target produksi padi tahun ini sebanyak 35 ribu ton bisa tercapai, meskipun di awal tahun kita terjadi penurunan produksi padi,” katanya.

Sumber : Lombokita
Publikasi : Amaq QQ

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel