Safari Ramadhan, Wabup Bahas Gangguan Kamtibmas Dan Dana Desa

NTBOke - Pada Safari Ramadhan di Masjid Baiturrahman Kecamatan Maronge pada Rabu malam (30/5), Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan bahwa di Kecamatan Maronge, sampai saat ini belum terbangun Kantor Markas Komando Polisi Sektor dan Pos Ramil.  

Hal tersebut menyebabkan lambannya penanganan gangguan Kamtibmas, yang disebabkan oleh Kantor pelayanan Pos Ramil yang ada saat ini berlokasi di Kecamatan Empang, dan untuk mengcover 5 (lima) Kecamatan, yaitu Tarano, Empang, Plampang, Labangka dan Maronge. 

Disampaikan pula masalah lain yang cukup serius dan perlu mendapat perhatian semua pihak terutama Camat dan Kepala Desa sebagai perpanjangan tangan Kepala Daerah yakni masalah kekurangan air, baik air bersih maupun air untuk persawahan. Sehingga pada musim kemarau seperti sekarang ini, beberapa wilayah tidak bisa menanam meskipun jenis tanaman palawija. 

Wabup minta kepada Camat dan Kepala Desa untuk lebih proaktif menemukan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang dihadapi warga masyarakat di tingkat Kecamatan dan Desa. Terlebih saat ini, anggaran yang dialokasikan ke desa-desa jumlahnya cukup besar, sehingga masalah anggaran seharusnya tidak menjadi alasan bagi pemerintah desa untuk tidak mampu mengatasi masalah kekurangan air bersih di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Maronge. 

Wabup juga minta kepada para Kades untuk segera menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk percepatan penyediaan embung kecil dan bangunan penampung air lainnya, termasuk Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Empat Program Prioritas Penggunaan Dana Desa yaitu : 1) Pembangunan embung desa atau penampung air lainnya, 2) Pembentukan dan penguatan Bumdes, 3) Produk unggulan desa dan produk unggulan kawasan perdesaan, dan 4) Pembangunan sarana dan prasarana olah raga desa. 

Pada bagian lain, Wabup menjelaskan jumlah anggaran yang dialokasikan ke desa-desa se-Kecamatan Maronge untuk Tahun 2018 mencapai Rp. 5.483.164.700, jumlah tersebut terdiri dari Dana Desa (DD) sebesar Rp. 3.010.355.000, Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp. 2.318.541.700, dan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) sebesar Rp. 154.268.000. 

Besarnya jumlah pendapatan desa, baik DD, ADD maupun BHPRD tentunya harus sejalan dengan kemampuan desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, sehingga berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel