Hari Lahir Pancasila, PMII Mataram Nyatakan Siap Melawan Radikalisme

Hari Lahir Pancasila, PMII Mataram Nyatakan Siap Melawan Radikalisme
NTBOke - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Mataram menyatakan siap melawan radikalisme. Karena menurut PMII Mataram, radikalisme dianggap tidak sejalan dengan Pancasila.

“PMII Kota Mataram menjadi garda terdepan dalam menjaga Kedaulatan NKRI dan Pancasila. Butir-butir ba'it yang terkandung dalam Pancasila sama sekali tidak menentang nilai keagamaan.” Ujar kader PMII Kota Mataram, Herman pada Jumat (1/6/2018). 

Herman menyentil aksi teror yang belakangan telah terjadi. Menurutnya, aksi teror merupakan tindakan keji. Namun sangat disayangkan, ada oknum Partai Politik (PKS) menyatakan bahwa aksi teror bom yang terjadi ialah bentuk politisasi yang berimbas pada pilpres 2019. 

Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi yang memungkinkan perpecahan antar ummat beragama, berbangsa, bernegara, di Tanah Pertiwi.

“Mengutuk keras Aksi Teror bom di Surabaya dan bentuk Radikalisme. Dan pecat kader Parpol PKS yang mengatakan bahwa aksi teror bom adalah bentuk rekayasa politik.” Seru Herman saat orasi memperingati Hari Lahir Pancasila, di kantor DPRD NTB. 

Dalam aksi ini, massa juga menyuarakan delapan (8) tuntutan, yakni :

1. Pancasila Jaya, NKRI Harga Mati, Radikalisme Musnahkan, Terorisme Hancurkan, Khilafah Binasakan.

2). Mendesak kepada seluruh kader partai politik agar memberikan statement yang tidak kontraproduktif terhadap situasi nasional pasca peledakan bom di Surabaya.

3). Agar PKS dapat memberikan penjelasan adanya politisasi dan setingan terhadap kejadian bom di Surabaya.

4). Mendesak dan mengajak seluruh rakyat untuk menolak politik bertopeng agama dan paham radikalisme yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme. 

5). Mendesak kepada DPP PKS untuk memecat para kader PKS yang menganggap kasus teroris adalah rekayasa.

6). Mendukung pihak keamanan TNI Polri untuk bertindak tegas serta mengusut tuntas terhadap rentetan kasus terorisme yang terjadi di Indonesia khususnya di Nusa Tenggara Barat, libas tuntas  terorisme dan radikalisme di Indonesia.  

7). Bubarkan parpol pendukung terorisme dan radikalisme di Indonesia.

8). Mendukung UU Terorisme dan Radikalisme di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, massa juga melakukan pembakaran keranda. Aksi ini dilakukan sebagai simbol perlawanan terhadap radikalisme.  

Penulis : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel