Ini Alasan Agar Tidak Mengkonsumsi Daging Babi

Ini Alasan Tidak Mengkonsumsi Daging Babi
NTBOke - Agama Islam dengan tegas melarang umatnya mengkonsumsi daging babi. Ternyata daging babi mengandung berbagai macam bakteri yang dapat merusak kesehatan.

Melansir dari laman Dokter Sehat, pakar kesehatan menyebutkan jika ada banyak kerugian yang bisa didapatkan andai mengkonsumsi daging babi.

Pertama, mengkonsumsi daging babi meningkatkan resiko terkena Hepatitis E.

Kebanyakan orang akan lebih awam dengan penyakit hepatitis A atau hepatitis B, namun masih kurang paham dengan penyakit hepatitis E. Gejala dari penyakit hepatitis E sendiri adalah jantung yang mengalami peradangan, gangguan pada otot, kelainan pada darah, hingga munculnya nyeri sendi. Penyakit ini dikenal sangat berbahaya bagi ibu hamil.

Sebagaimana hepatitis A dan B, hepatitis E juga bisa disebabkan oleh serangan virus. Hanya saja, virus yang bisa menyebabkan penyakit yang menyerang organ hati ini ternyata kerap ditemukan dalam daging babi, khususnya pada hatinya. 

Kedua, mengkonsumsi daging babi meningkatkan resiko penyakit multiple sclerosis.

Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa konsumsi daging babi bisa meningkatkan resiko terkena penyakit multiple sclerosis. Sebagai informasi, penyakit ini adalah penyakit autoimun yang sangat berbahaya karena bisa berimbas buruk pada sistem saraf. Jika seseorang terkena multiple sclerosis, maka Ia bisa mengalami kesulitan bergerak, penurunan kemampuan penglihatan, mengalami kaku otot, hingga mati rasa. Dalam penelitian tersebut, daging babi disebut-sebut memiliki patogen yang bisa mempengaruhi sistem saraf dan akhirnya ikut berperan dalam menyebabkan multiple sclerosis.

Ketiga, mengkonsumsi daging babi meningkatkan resiko kanker hati.

Daging babi ternyata memiliki kandungan lemak tak larut yang sangat tinggi sehingga jika kita kerap mengkonsumsinya, maka kita akan meningkatkan resiko terkena kanker hati.

Melansir dari Laman Republika, terdapat sepuluh alasan merugikan bila manusia mengkonsumsi daging babi. Berikut sepuluh alasan tersebut.

Pertama, babi adalah container (tempat penampung) penyakit. Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

Kedua, daging babi empuk. Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

Ketiga, menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

Keempat, Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

Kelima, babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza). Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

Keenam, menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

Ketujuh, Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.

Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

Kedelapan, penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

Kesembilan, Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

Kesepuluh, DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

Selain kesepuluh alasan diatas ternyata ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan oleh babi seperti kholera babi (penyakit menular berba-haya yang disebabkan bakteri), keguguran nanah (disebabkan bakteri prosilia babi), kulit kemerahan yang ganas (mematikan) dan menahun, Penyakit pengelupasan kulit, dan Benalu Askaris, yang berbahaya bagi manusia.

Penulis : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel