Sambangi Bima, Ali Bin Dachlan: Pemimpin Bukan Membangun Dinasti

Sambangi Bima, Ali Bin Dachlan: Pemimpin Bukan Membangun Dinasti
NTBOke - Calon Gubernur Ali Bin Dachlan mempererat silaturahmi dengan masyarakat di Bima, Nusa Tenggara Barat. 

Dalam kesempatan itu, Ali Bin Dachlan menegaskan bahwa menjadi pemimpin itu bukan membangun dinasti.  

Menurutnya, pemimpin harus senantiasa berpatokan kepada ajaran agama yang diyakininya. Otomatis sebagai pemimpin akan menjadi pemimpin yang memegang amanah masyarakat.

"Di dalam sejarah Islam Nabi tidak pernah meminta umat untuk memilih anggota keluarganya untuk melanjutkan kepemimpinan. Padahal ada sosok Ali Bin Thalib yang begitu cerdas. Setelah nabi wafat, umat Islam diberikan kebebasan untuk memilih pemimpin. Akhirnya melalui mufakat umat memutuskan untuk memilih Abu Bakar sebagai pemimpin," tegas Ali Bin Dachlan di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Melalui sejarah Islam ini, seharusnya kita belajar bahwa ketika memimpin kita tidak patut mendorong keluarga untuk melanjutkan kepemimpinan. Tidak baik membangun dinasti politik karena nabi Muhammad telah mengajarkan kita untuk tidak melakukan hal tersebut.

Bahkan, dirinya juga menegaskan bahwa menjadi pemimpin bukan berfungsi untuk menyembunyikan ketidakadilan dan kebusukan, pasalnya Allah bukan tidak mau membukanya melainkan menunggu waktu yang tepat.

"Jangan mengajarkan masyarakat menjadi busuk melainkan ajarkan masyarakat menjadi lebih pintar," bebernya lagi.

Pria yang akrab disapa Papuq Abadah ini meminta sebagai pemimpin baik dari dari tingkat yang kecil dari RT, RW, Kepala Dusun, Kepala Desa, Walikota, Bupati hingga Gubernur harus berbuat adil bukan mementingkan kelompok, bukan mementingkan partai, bukan mementingkan organisasi.

"Jika pemimpin hanya mengutamakan kepentingan pribadi maka tidak layak menjadi pemimpin yang layak karena tidak sesuai dengan ajaran agama termasuk ajaran agama Islam," paparnya lagi.

Selain itu, sebagai seorang yang berpendidikan melakukan penghinaan terhadap orangtua terlebih orangtua adalah orang yang wajib dihormati.

"Penghinaan kepada orangtua adalah hal yang serius, orang yang melakukannya harus dipertanyakan pemikirannya. Jangan mendiskreditkan persoalan usia, jika ada yang mengutamakan usia maka tidak layak menjadi pemimpin, oleh karenanya berpegang teguhlah pada ajaran agama," urainya.

Terakhir, pria yang juga disapa Ali BD ini meminta kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang juga dikenal dengan julukan  sebagai Kota Tepian Air untuk menjalankan Ramadhan dengan baik.

"Marilah memanfaatkan momentum Ramadhan dengan benar. Marilah manfaatkan momentum ini buat sejenak untuk kembali ke diri masing-masing karena Ramadhan adalah Bulan Al-Qur'an. Berkaitan dengan ini, maka setiap permasalahan harus kembali kepada Al-Qur'an," pungkasnya.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel