Soal Pengunduran Diri Relawan, Ini Tanggapan Tim Pemenangan Ali-Sakti

Soal Pengunduran Diri Relawan, Ini Tanggapan Tim Pemenangan Ali-Sakti
NTBOke - Sembilan Koordinator Kecamatan (Korcam) yang mengaku sebagai tim pemenangan pasangan Cagub/Cawagub NTB nomor urut 4, H. Ali Bin Dachlan - TGH. L. M. Gede Sakti (Ali-Sakti) di Kabupaten Lombok Barat dikabarkan secara berjamaah mengundurkan diri. Surat bermaterai pengunduran diri sembilan Korcam itu diketahui setelah beredar di media sosial. 

Sembilan Korcam yang mengundurkan diri itu adalah Korcam Gerung atas nama Ranggalawe, Korcam Kediri atas nama Mustamin, Lembar atas nama Amirullah, Sekotong atas nama Hambali, Kuripan atas nama Heri Nurhayadi, Labuapi atas nama Hafizin, Lingsar atas nama Iswan, Gunung Sari atas nama M. Islahuddin, dan Korcam Batu Layar atas nama Munaim. 

Dalam surat bermaterai pengunduran diri tersebut tidak disebutkan alasan. Mereka hanya menegaskan pengunduran diri sebagai tim penghubung, sehingga di kemudian hari mereka tidak akan bersedia untuk diminta bekerja terkait aktivitas pemenangan Ali-Sakti.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Tim Pemenangan Ali-Sakti, M. Zainul Pahmi mengatakan, pihaknya meragukan bahwa mereka adalah bagian dari Relawan Pemenangan Ali-Sakti. 

Sebab menurut Pahmi, pasangan Ali-Sakti tidak pernah membentuk koordinator pemenangan di tingkat Kecamatan, namun yang ada hanyalah Tim Relawan.

"Ada banyak yang ngerasa sebagai Tim, padahal sejak awal konsep kami semua relawan. Itulah saya heran, yang ada di kita itu relawan kecamatan, bukan korcam," ujarnya pada Selasa (5/6/2018).

Dia menegaskan Relawan Ali-Sakti di NTB itu banyak jumlahnya. Bahkan dalam perekturan Relawan, masyarakat suka rela mendaftar sendiri tanpa diminta. Karena pihaknya membuka diri kepada masyarakat yang mendukung tanpa ada unsur paksaan.

"Ali-Sakti punya lebih dari tujuh relawan di Lobar dan semua on control, salah satunya alim ulama TGH Muchlis Ibrahim. Kita ini mau memberikan pembelajaran kepada Rakyat akan demokrasi sesungguhnya." Tegas Pahmi.

Fahmi tidak mau berspekulasi bahwa mereka adalah orang-orang yang sengaja disusupkan oleh tim lawan untuk melemahkan perjuangan Tim Pemenangan Ali-Sakti. 

"Kalau masih ada motif-motif lain seperti meminta komitmen, mungkin mereka memang bukan pendukung dari awal." Sesalnya.

Fahmi dengan tegas menyatakan bahwa Ali - Sakti Maju Bersama Rakyat. Sehingga tidak ada komitmen apapun selain untuk kepentingan rakyat.

"Jadi tidak ada istilah komitmen, kecuali komitmen untuk rakyat itu harga mati," pungkasnya tegas. 

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel