Hanura Optimis Ahyar Mori Menang Pilgub NTB

Hanura Optimis Ahyar Mori Menang Pilgub NTB
NTBOke - Riuh saling klaim kemenangan Pilgub NTB jelang pleno rekapitulasi suara KPU NTB, disikapi Korda DPD Partai Hanura wilayah NTB, Agus Safrullah dengan bijak. 

Ia meminta agar seluruh pihak meredam diri dari gejolak perbedaan hasil yang dirilis versi quick count lembaga survei. 

“Pilkda ini kami melihat berjalan dengan lancar dan aman, tapi hal yang harus diperhatikan adanya proses rekapitulasi suara. Gejolak antar timses (tim sukses) harus diredam, agar tidak menimbulkan keresahan dan kegelisahan ditengah masyarakat yang saat ini saling mengklaim kemenangan,” katanya saat ditemui pada Sabtu (7/7/2018).

Menurut pengamatannya, gejolak tim pemenangan dari masing - masing paslon perlu dikhawatirkan karena dapat menciptakan iklim demokrasi yang tidak sehat. 

Semisal menurutnya dengan menciderai karakter paslon lain, untuk menimbulkan opini buruk ditengah masyarakat dapat menyebabkan gesekan yang timbul secara tidak langsung antar basis masa pendukung.

Sejalan dengan itu juga ia mengumumkan melalui media, jika kiprah partainya sebagai partai pengusung telah berhasil membawa perolehan suara untuk Ahyar - Mori pada posisi teratas, mengalahkan 3 paslon lain. 

Kemenangan atas paslon nomor urut 2 itu, tentu dibuktikannya dengan beberapa indikator, salah satunya adalah kemenangan mutlak berdasarkan data real di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

“Soal ada timses saling klaim itu suatu hal yang biasa. Tapi nanti kita lihat saja hasilnya karena kami tidak mengikuti hitung cepat sebagai acuan. Indikator yang kami gunakan untuk klaim kemenangan yakni kami melihat dari beberapa wilayah seperti Mataram dan Lombok Barat kami menang mutlak, ditambah pada daerah lain meski sedikit memberikan suara, namun kemenangan itu sudah di tangan,” ucap Agus.

Calon anggota DPR RI dapil NTB 1 ini juga mengatakan jika menemukan kejanggalan terhadap selisih tipis dari perolehan suara paslon lain, maka pihaknya tidak segan menempuh upaya hukum untuk menyelesaikan sengketa pilkada. 

Dan terhadap paslon yang kalah, dirinya meminta agar tetap berbesar hati menerima kekalahan tanpa menciderai demokrasi yang sudah berjalan dengan damai.

“Untuk yang kalah saya berharap harus menerima dan selalu menciptakan atmosfir kebersamaan untuk menciptakan situasi di NTB yang terkenal religius, silahkan lakukan proses hukum dengan sesuai aturan jika ada selisih pendapat,” tandas Agus.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin
  1. Kalah menang sdh biasa. Tp demokrasi yg harus kita junjung tinggi sehingga menciptakan perdamaian. Siapapun yg menang dialah yg dipilih masyarakat NTB

    BalasHapus

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel