Pemkot Mataram Gelar Executive Workshop Potensi Persandian

NTBOke - Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Mataram Lalu Martawang membuka acara Executive Workshop Potensi Persandian Menjamin Keamanan Informasi Lingkup Kota Mataram, Senin (30/7/2018) di Mataram.

Kegiatan workshop diikuti oleh jajaran pimpinan OPD Lingkup Kota Mataram dan operator teknis PPID dari seluruh OPD lingkup lingkup Kota Mataram, serta dihadiri pula oleh tim narasumber dari Badan Siber Dan Sandi Negara ( BSSN).

Ketua Panitia Andi Kurniawan yang merupakan Kabid Persandian Dan Statistik di Dinas Kominfo Kota Mataram mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi penting karena kebutuhan Pemerintah Kota Mataram yang antusias sedang membangun Kota Mataram menjadi Kota Smart City yang berbasis teknologi informasi. 

Andi juga menambahkan bahwa teknologi informasi selain memiliki kecanggihan dan kelebihan, juga memiliki kerawanan dan ancaman yang mungkin tidak disadari jika tidak mengenalinya.

Dalam waktu dekat Pemerintah Kota Mataram akan melakukan kerjasama Pemanfaatan Tanda Tangan Digital atau Sertifikat Elektronik yang kemudian akan bisa digunakan oleh Kepala OPD nantinya untuk menandatangani dokumen surat atau surat berharga lainnya secara digital. 

Ketua Panitia juga menjelaskan bahwa, Kegiatan Executive Workshop dilaksanakan selamanya satu hari dan dibagi dua sesi, yang pertama adalah Executive workshop dan sesi kedua adalah Bimteknya.

Peserta Bimtek terdiri dari Kepala OPD dan Staf Teknis sebanyak 90 orang. 

"Harapan kami adalah kegiatan ini dapat membuka wawasan dan menjadi dasar penentuan bentuk sistem pengamanan komunikasi kedepannya, dan kami juga berharap dukungan BSSN dalam berbagai program di Kota Mataram untuk mendukung keamanan informasi menuju Smart City", Harap Ketua Panitia.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan bahwa Pemerintah Kota Mataram menyambut baik diadakannya workshop ini, mengingat saat ini isu-isu kemanan siber menjadi perhatian dunia.

"Kita semua tentu menginginkan internet yang aman dan terpercaya agar pemerintah, industri dan masyarakat sipil dapat menjalankan bisnisnya melalui internet yang aman dan dengan percaya diri", ucap Martawang.

Ancaman siber lanjutnya, tidak hanya membahayakan infrastruktur informasi penting yang ada, namun juga bisa mengancam kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi yang sensitif yang umumnya kita proses, kirim dan simpan secara online. 

Pemerintah sebagai regulator memiliki peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa, menstimuli pertumbuhan ekonomi, serta melindungi berbagai gagasan kreativitas, dan inovasi masyarakat lokal.

Dikatakan pula oleh Martawang bahwa dalam kaitannya dengan mewujudkan Mataram sebagai Smart City, beberapa upaya telah dilakukan. Diantaranya adalah pemasangan CCTV di area publik sebanyak 10 titik yang berguna untuk memantau sampah, area kemacetan, serta area pariwisata di Kota Mataram, tentunya untuk kenyamanan hidup masyarakat. 

Di sisi lain, untuk meningkatkan pelayanan publik secara lebih cerdas pun beberapa aplikasi berbasis online telah diterapkan, diantaranya Simyandu, Daloket, MataramKu LApor, Lapor, Partner, PPID, dan Website masing-masing OPD.

Sebagai salah satu kota yang menjadi pilot project pusat Smart City, baru-baru ini pun Pemerintah Kota Mataram telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City. 

Saat inipun Pemerintah Kota Mataram tengah menjajaki kerja sama dengan BSSN untuk mendapatkan dukungan peralatan dan operasional pengamanan Sistem IT, salah satunya melalui Perjanjian Kerjasama dengan Badan Sertifikat Elektronik dalam Pemanfaatan Sertifikat Digital dan atau Tanda Tangan Digital. 

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel