Rekrutmen Calon Legislatif

Agus Abdullah (Praktisi Hukum)
NTBOke - Dengan membaca proses pencalonan anggota legislatif yang menarik perhatian publik akhir - akhir ini dalam menyeleksi para politisi yang akan bertarung di lembaga legislatif menjadi sangat lentur dan amat elastis.

Kelenturan terjadi karena ragam kepentingan yang muncul di antara banyak elite partai, sehingga ketidaksehatan parpol menjadi soal besar dalam pembentukan kualitas politik maupun nilai sumber daya manusia.

Senada dengan PRIDHAM, ROSE MULE (2004) buruknya kualitas anggota legislatif disebabkan buruknya kualitas parpol, pendapat tersebut dapat menjadi rujukan.

Hemat saya, soal besar buruknya kualitas anggota legislatif di Indonesia tidak saja karena faktor internal calon tetapi lebih karena buruknya kualitas partai pembentuk kader politik.

Di Indonesia, begitu banyak kader partai politik dadakan muncul saat proses politik berlangsung sehingga kaderisasi menjadi soal besar dalam proses politik internal partai. 

Dua hal yang bisa dijadikan alasan mengapa kaderisasi macet di partai karena Dekaderisasi dan Konflik Kepentingan Politik.

Partai politik tidak terlampau fokus pada pembentukan kader, yang terjadi adalah proses perekrutan anggota partai sarat dengan kepentingan. Uang dan Modal menjadi hal utama dalam proses penerimaan calon anggota legislatif dan seterusnya.

Oleh : Agus Abdullah (Praktisi Hukum)

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel