Mataram Komit Tuntaskan Campak dan Kendalikan Rubella

Mataram Komit Tuntaskan Campak dan Kendalikan Rubella
NTBOke - Kota Mataram mengkampanyekan Imunisasi Measles-Rubella (MR) atau Campak Rubella pada Rabu (1/8/2018) di aula sekolah milik SMPN 2 Mataram. 

Kampanye imunisasi MR di Kota Mataram merupakan bagian dari kampanye nasional untuk mencapai komitmen eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella di Indonesia tahun 2020.

Selain di hadiri Kepala Sekolah, guru-guru, dan siswa SMPN 2 Mataram, hadir pula Walikota Mataram Ahyar Abduh, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H. Usman Hadi, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram H. Abdul Manan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H. Usman Hadi, kampanye imunisasi MR menjadi penting sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia sembilan bulan dampai dengan usia 15 tahun.

Sedangkan sasaran dari pelaksanaan kegiatan imunisasi massal MR di Kota Mataram dalam usia sembilan bulan sampai dengan 15 tahun tersebut diproyeksikan berjumlah 117.007 orang, yang dilaksanakan dalam waktu dua bulan. 

Bulan Agustus 2018, imunisasi dilaksanakan di seluruh SD dan SMP se-Kota Mataram, sementara di bulan September 2018 dilaksanakan di seluruh puskesmas, posyandu, rumah sakit, dan di fasilitas-fasilitas kesehatan lainnya.

“Imunisasi ini bersifat wajib dan tidak memerlukan ijin tertulis, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya”, terangnya.

Usman menjelaskan, Kota Mataram sangat berkomitmen untuk ikut menuntaskan penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella melalui kegiatan imunisasi massal pada anak-anak pada usia sembilan bulan sampai dengan 15 tahun sangat penting. 

Bukan hanya ditujukan untuk anak-anak saja agar terbebas dari penyakit campak dan rubella, lebih luas lagi untuk pengendalian penyakit atau kecacatan pada janin akibat infeksi rubella saat kehamilan. 

Sebagai gambaran, dengan pelayanan kesehatan yang sudah cukup baik di Kota Mataram,  masih didapati kasus-kasus gizi buruk akibat kelainan yang diderita anak sejak lahir. 

Saat ini di Kota Mataram tengah ditangani tujuh kasus gizi buruk akibat kelainan yang diderita sejak lahir yang salah satunya disebabkan oleh infeksi virus rubella dari ibunya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh menyatakan kembali komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk mengeliminasi virus campak dan pengendalian rubella, yang sangat penting untuk mewujudkan generasi emas tahun 2020. 

Apalagi di Kota Mataram, kesehatan merupakan salah satu dari tiga program prioritas, selain pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Karena itu dirinya menghimbau agar seluruh jajaran kesehatan dan pihak-pihak terkait di Kota Mataram untuk dapat berperan aktif dan benar-benar memberi perhatian agar dapat menyelesaikan target imunisasi massal di Kota Mataram, untuk menjamin terwujudnya generasi yang bebas campak dan rubella di Kota Mataram. 

“Kalau yang sekarang tidak bisa kita jamin, generasi yang akan datang harus bisa dijamin”, tegasnya.

Sementara itu dikatakan oleh Ketua MUI Kota Mataram H. Abdul Manan, MUI telah mengeluarkan fatwa untuk memperbolehkan dilakukannya imunisasi, meskipun bukan fatwa yang secara khusus ditujukan untuk imunisasi campak dan rubella melainkan imunisasi secara umum. 

Seperti diketahui, saat ini ada pihak-pihak yang meragukan boleh tidaknya melakukan imunisasi pada anak dari segi agama. Namun dirinya memastikan bahwa secara hukum dan administrasi imunisasi dapat diketegorikan sebagai hal yang baik dan bermanfaat, sehingga dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan orangtua, MUI memberi opsi dan rekomendasi bahwa imunisasi diperbolehkan.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin
  1. Wonderful, what a webpage it is! This weblog gives helpful facts to us, keep it up.

    BalasHapus

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel