JK, Saksi Kunci Bank Century di Era SBY

NTBOke - Polemik dalam tataran kisruh Bank Century, banyak tanggapan berbagai pendapat argumentatif baik yang pro maupun yang kontra. Ragam pendapat tersebut disertai dengan dukungan fakta - fakta maupun bukti yang logis dan masuk akal, hampir dari semua pendapat tersebut bisa diterima.

Publik akhirnya berada dalam dua posisi yang membuat kepala pusing, kedua belah pihak ternyata tidak bisa disalahkan.semuanya benar, disebabkan rasionalitas yang sama - sama akurat.

Polemik tersebut yang susah ditemukan mana yang benar dan mana yang salah, yang pada akhirnya membawa publik ke ranah lingkaran ngeri - ngeri sedap. Menarik catatan tentang saksi kunci Bank Century Bpk. Jusuf Kalla selaku mantan Wakil Presiden.

Dari alur catatan ini, Kita tidak lagi dibuat pusing dengan berbagai macam kemasan argumentasi atau rasionalitas yang bertujuan demi pembenaran, akan tetapi langsung membidik, bagaimana sebenarnya kasus ini menggelinding bak bola liar, Dengan gayanya tanpa basa - basi mengemukakan realitas kebenaran, Jusuf Kalla tidak sungkan - sungkan menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi Disaat ia alami dibalik peristiwa kasus Bank Century.

Mengingat Tanggal 13 November 2008 Pagi Bank Century Kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Muliyani terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G - 20. Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November, Hari itu juga Sri Mulyani kembali ke Tanah Air.Tiba 17 November dengan Keadaan Emergency.

Sejumlah tindakan genting harus diambil, melalui rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono harus segera digelar ,Rabu,26 November 2008 Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330 - 341 mendarat dengan mulus ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) dan rombongan turun dari pesawat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat. JK sapaannya bukan hanya menyambut, melainkan juga siap melaporkan perkembangan sirkulasi politik di tanah air selama Presiden ke luar negeri.

Selama SBY melakukan kunjungan kerja ke berbagai luar negeri, JK mengambil alih untuk memimpin negara dan pemerintahan. Karena itu, ia segera melaporkan perkembangan di Tanah Air begitu pemberi mandat tiba, banyak yang dilaporkan. Salah satunya soal Bank Century.

JK melaporkan bagaimana Sri Mulyani dan Boediono menangani Bank Century, JK juga melaporkan “SAYA SUDAH MEMERINTAHKAN KAPOLRI UNTUK MENANGKAP ROBERT TANTULAR “ ( Pemilik Bank Century ) - ini Perampokan “ Baik, baik.... begitu reaksi presiden seperti dikutip JK di kala menceritakan kisah tersebut di Studio Trans Kalla, Makassar tanggal 25 November Sri Mulyani dan Budiono melapor kepadanya mengenai Bank Century karena presiden sedang di luar negeri.

“Apa ? Bantuan ? Kenapa harus dibantu,ini perampokan “ kata JK dengan suara keras ketika Sri Mulyani dan Budiono melaporkan “ upaya penyelamatan “ Bank Century. Menurut JK kedua pejabat tersebut itu melaporkan bahwa Bank Century menghadapi masalah besar. Masalah muncul karena krisis ekonomi global. Karena itu, Bank Century harus dibantu pemerintah dengan cara mengundurkan dana bailout ( talangan ) bila tidak dibantu akan berimbas ke bank - bank lainnya pada akhirnya perekonomian nasional akan oleng “ JK - Saya tidak setuju dengan pandangan itu. Krisis itu menghantam banyak orang. Masa ada badai cuma satu rumah yang kena.Tidak. Bila hanya Bank Century yang kena. Itu bukan Krisis.

Oleh : Agus Abdullah

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel