M. Irfan Kapitang Diduga Otak Sindikat Penipuan Lintas Provinsi

M. Irfan Kapitang Diduga Otak Sindikat Penipuan Lintas Provinsi
NTBOke - Mengaku dari Sentra Ponsel di Bandung, pemilik nomer 085 243 115 887 diduga melakukan penipuan lintas provinsi. Dengan modus menawarkan handphone harga murah, pemilik nomer tersebut menjerat korban melalui percakapan WhatsApp.

Salah satu korban warga Lombok berinisial S mengaku telah tertipu dengan penawaran handphone harga murah. Setelah di bayar sesuai perjanjian awal, handphone di maksud tidak kunjung di kirimkan ke pembeli atau S.

"Saya tertipu, sudah ku bayar sesuai harga tapi barang tidak pernah ku terima." Ujarnya pada Jumat (21/9/2018).

S menuturkan kronologi dugaan penipuan. Berawal dari masuknya sebuah penawaran penjualan handphone dengan harga murah dari nomor 085 243 115 887 oleh orang yang mengaku dari Sentra Ponsel di Bandung, Jawa Barat.

Karena tertarik dengan penawaran, S kemudian pada tanggal 18 September 2018 melakukan transaksi jual beli dengan yang bersangkutan. Dalam transaksi, S di minta untuk mengisi form pembelian berisi data diri berupa nama, alamat, nomor telepon, jenis barang, dan harga barang.

Setelah diisi sesuai petunjuk, S kemudian di minta membayar sejumlah uang sesuai harga barang kepada M. Irfan Kapitang dengan nomer rekening BRI 5784-0102-4536-535 untuk dilakukan packing dengan kurir pengiriman JNE.

"Penjual meminta saya mengisi form sebagai bentuk keseriusan, setelah saya isi kemudian saya di minta kirim uang ke BRI M. Irfan Kapitang tersebut agar dikirim lewat JNE." Kata S.
Setelah akad jual beli di selesaikan dengan transfer pembayaran, S tidak kunjung mendapat kabar bahwa handphone yang dibelinya sudah di kirim. 

Oleh sebab itu, S berupaya konfirmasi kepastian pengiriman handphone. Namun jawaban mengejutkan datang dari pemilik nomer 085 243 115 887 dan dari orang yang mengaku sebagai bos. 

Keduanya dengan seragam mengatakan bahwa handphone yang sudah dibayar sesuai akad jual beli tidak bisa dikirimkan sebelum ada pembayaran kedua sebesar Rp.  1. 450. 000.

S mengaku di paksa membayar dengan dalih sebagai jaminan pengeluaran nomer resi. Jika tidak mau membayar, maka handphone itu tidak akan dikirimkan.

"Saya di minta transfer uang kembali untuk jaminan uang resi. Kalau tidak bayar, katanya handphone tidak bisa di kirim." Ujar S heran.

Setelah di komplain dengan berbagai alasan, S mengaku lelah. Ia merasa di tipu karena membayar handphone ke nomer rekening BRI 5784-0102-4536-535 milik M. Irfan Kapitang, tapi barang tidak kunjung di terima.

"Saya di minta transfer uang ke rekening BRI atasnama M. Irfan Kapitang dengan nomor rekening 5784-0102-4536-535. Tapi setelah saya bayar, faktanya handphone tidak saya terima". Sesal S.

S mewanti-wanti masyarakat agar hati hati dengan M. Irfan Kapitang yang memiliki nomer rekening BRI 5784-0102-4536-535. Karena bukan tidak mungkin, dugaan penipuan yang dialami oleh S bisa menimpa masyarakat lainnya.

"Ini jadi pengalaman buruk, semoga tidak ada masalah lagi bagi yang lainnya. Ingat bahwa M. Irfan Kapitang dengan nomer rekening BRI 5784-0102-4536-535 menerima uang dari S tanpa ada pengiriman barang." Pungkas S.

Saat nomer telpon yang bersangkutan di konfirmasi, Ia tetap ngotot tidak bisa mengirimkan handphone meski S sudah membayar barang sesuai akad pertama.

"Barang bapak tdak bisa dikirim tanpa no resinya." Kilahnya santai.

Penulis : Dee
Publikasi : Admin
  1. Saya jg sama kena tipu 3.9jt kemarim tanggal 8 oktober 2018..saya harus gimna smpe skrg tgl 9 msh wa tp jwb ny bntr2 trus .lma2 saya lelah .tp ttp saya gk ikhlas krna cari uang itu susah gk segampang yg dia hs tipu. Ya allah.

    BalasHapus
  2. Saya salah satu korban dr M.Irfan Kapitang uang senilai 3.9jt kemarin tanggal 8 oktober 2018. Enath mesti gimana lapor udah harus ikhlas tp gak bisa ikhlas.saya brdoa smoga buat dia (maling miskin) rupiah yg dia pake mnjadi malapetaka dia. Dan buat saya semoga dpt ganti yg lebih dr nilai yg dia(maling miskin)ambil.amin

    BalasHapus

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel