Oesman Sapta Odang Membangun Solidaritas dan Paradigma Baru Partai Hanura

NTBOke - Dinamika politik nasional di Indonesia era reformasi, semakin menuntut adanya suatu proses pendewasaan partai yang ada untuk senantiasa eksis dan memiliki Konstribusi nyata dalam kehidupan demokrasi di tanah air.

Sebagai partai modern yang berorientasi pada nilai kerakyatan, Partai HANURA pun dituntut mampu mengembangkan diri sebagai kekuatan politik yang sehat dan kuat ditengah - tengah konstalasi politik nasional, serta memberi Kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Untuk itulah, diperlukan kerja keras dan membangun solidaritas di dalam tubuh Partai HANURA, seiring dengan hadirnya berbagai tantangan dalam dinamika kehidupan politik menuju pesta demokrasi pemilihan umum tahun 2019.

Realitas politik mencatat bahwa untuk pemilu legislatif, Partai HANURA memiliki enam belas anggota legislatif DPR - RI pada pemilu 2014. Realitas ini menempatkan Partai HANURA melakukan peranannya dalam konstalasi politik di tanah air.

Pada saat ini Partai HANURA telah memantapkan posisinya sebagai partai politik pendukung pemerintah, yang memiliki komitmen dan konsistensi nyata dalam mendukung kebijakan - kebijakan pemerintah.

Ditengah derasnya berbagai tantangan yang harus dihadapi, baik secara internal maupun eksternal, Partai HANURA dituntut untuk mampu merespons segala tantangan yang dihadapinya tersebut dengan baik dan konstruktif, sehingga eksistensi Partai HANURA akan makin menguat, dan dimasa depan, di tengah - tengah iklim politik yang kompetitif, Partai HANURA akan tumbuh makin besar lagi, dan bahkan menjadi "Political mainstream" di Indonesia.

Pikiran tersebut sebagai bahan diskusi internal Partai HANURA, dalam memajukan tradisi prestatif melalui proses persaingan kualitatif di internal partai, sehingga tercipta adanya suatu dinamika politik internal yang sehat serta tercipta kaderisasi organisasi yang maju.

Sebagai partai modern, Partai HANURA terbuka bagi setiap wacana konstruktif dengan tidak ada yang merasa hebat dan kuat, sebagai bagian dari tradisi prestatif dan persaingan kualitatif, yang pada hakikatnya merupakan implementasi kebangkitan, kejayaan, dan kemenangan Partai HANURA pada pemilu 2019 dengan skala nasional lima besar.

Pikiran ini mencoba untuk memandang persoalan dan memberikan alternatif - alternatif solusinya secara objektif. Namun kita segera menyadari bahwa, membicarakan diri sendiri dalam beberapa permasalahan, biasanya jauh lebih sulit ketimbang membicarakan orang lain. Sangat sedikit orang yang bisa bicara objektif, ketika menyangkut kepentingan dirinya apalagi dalam dunia politik yang cenderung “ Machiavelistik “, tanpa ketaatan pada nilai - nilai peradaban.

Oleh : Agus Abdullah

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel