Pemkot Mataram Bentuk Tim Transisi Pemulihan Dampak Gempa

NTBOke - Komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk dapat segera memulihkan kondisi Kota Mataram makin diperkuat dengan adanya Tim Transisi Pemulihan Dampak Bencana Gempa, yang membagikan tugas penanganan kepada masing-masing OPD lingkup Kota Mataram sesuai dengan bidang teknis yang dimiliki. 

Tim transisi dibagi dalam lima Kelompok Kerja (Pokja), masing-masing adalah; Pokja Kesekretariatan, Administrasi, Logistik, dan distribusi, Pokja Pendataan, Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan, Pokja Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Pokja Pemulihan Sosial Ekonomi, Perdagangan, Jasa, dan Pariwisata, serta Pokja Penanggungjawab Kewilayahan. 

Untuk memastikan tim bekerja secara maksimal, Kamis (13/09/18), dilaksanakan rapat pemantapan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Mataram didampingi Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram Lalu Martawang, yang digelar di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD lingkup Kota Mataram sebagai anggota tim transisi. 

Disampaikan oleh Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana yang juga merupakan komandan pemulihan pasca gempa di Kota Mataram, sebenarnya sudah banyak langkah-langkah penanganan tanggap darurat yang dilaksanakan sejak awal terjadi bencana meskipun saat itu penanganan dilakukan tanpa bekal ilmu yang memadai dalam hal penanganan bencana.

Oleh karena itu dirinya memberi apresiasi kepada Organisasi-Organisasi Perangkat Daerah yang telah menggawangi penanganan sehingga masa tanggap darurat selesai dan saat ini telah memasuki tahapan recovery, yaitu masa rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Pada tahapan ini, Pemerintah Kota Mataram harus segera mengantisipasi adanya keterlambatan dalam eksekusi pembangunan RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat), sehingga harus segera diambil langkah-langkah internal yang terintegrasi, terstruktur, dan terukur untuk menangani persoalan lain yang mengancam kesehatan masyarakat di pengungsian menjelang masuknya musim penghujan. 

Dengan pokja yang telah terbentuk dalam tim transisi lanjut Mohan, tim diharapkan dapat bekerja lebih efektif dengan mengarahkan program kerja di OPD kepada proses pemulihan pasca bencana disamping program-program rutin yang telah dimiliki. 

Namun demikian ditegaskan Mohan bahwa program-program kerja yang diarahkan bagi penanganan bencana harus bersifat fisik yang dapat langsung dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Untuk merealisasikannya, Mohan meminta agar camat dan lurah yang memiliki warga pengungsi agar pelan-pelan membujuk warganya kembali ke rumah masing-masing, dengan maksud agar dapat segera dilakukan langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Disamping itu direncanakan pula untuk membuat salah satu lingkungan yang terdampak massif sebagai lingkungan percontohan yang akrab gempa. Dalam hal ini mengupayakan agar masyarakat dapat beradaptasi dengan gempa baik dalam hal yang bersifat fisik maupun mental. 

"Selama ini belum pernah kita lakukan. Kalau berhasil nanti bisa direplikasi ke lingkungan lain”, tuturnya.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel