Soal Gempa Lombok, Peneliti LIPI: Pengungsi Boleh Pulang Ke Rumah

NTBOke - Peneliti Utama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Danny Hilman Natawidjaja menyebut Pulau Lombok sudah aman dari potensi gempa besar. 

Pasalnya, sejumlah segmen yang berpotensi gempa telah mengeluarkan energi saat gempa bermagnitudo 7,0 dan 6,9 beberapa waktu lalu.

Ia pun meminta, agar pengungsi korban gempa Lombok dapat kembali ke rumah masing-masing jika kondisi rumah dalam keadaan utuh.

“Ya, (pengungsi) baiknya bisa kembali ke rumah, kecuali mereka masih betah tinggal di tenda-tenda pengungsian," katanya, kepada awak media di Islamic Center, Kota Mataram, NTB pada Jum'at (7/8/2018).

Danny mengakui, hingga saat ini masih ada gempa susulan dengan trend magnitudo yang mulai melemah. 

"Itu terjadi untuk menstabilkan kembali sumber gempa tersebut," ucapnya.

Ia memaparkan, siklus gempa besar di Lombok khususnya Lombok Utara terjadi dalam kurun 50 hingga 100 tahun ke depan. Karena pergerakan lempeng yang menyentuh sesar tersebut penekanannya maksimal 2 cm per tahun.

“Proses penekanan itu sekitar 2 cm per tahun. Itu kita bisa hitung dari jaringan GPS di sini. Untuk menghasilkan gempa seperti sekarang magnitudo 7, butuh melenting satu sampai dua meter,” katanya.

“Kan bisa dihitung kalau melenting dua meter dibagi dengan kecepatan tekanan dua cm, artinya untuk memproduksi gempa yang sama butuh waktu 100 tahun. Kalau geraknya satu meter butuh waktu 50 tahun,” sahut Danny.

Lebih jauh, Danny menyampaikan, pasca gempa besar di Lombok Utara, dan Lombok pada umumnya, kini kondisi Lombok terbilang paling aman dari gempa besar seperti sebelumnya.

“Dari bencana yang sudah terjadi wilayah Lombok Utara menjadi wilayah yang paling aman untuk 50 sampai 100 tahun ke depan. Bahkan kita bisa bilang di seluruh pesisir Lombok ini, Lombok Utara paling aman,” tegas Peneliti Utama LIPI Danny Hilman Natawidjaja.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel