Evaluasi Penggunaan Anggaran Kota Mataram Trimester III Tahun 2018

NTBOke – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram dinyatakan sebagai satu-satunya OPD yang masuk kategori hijau dalam penggunaan anggaran sampai dengan trimester ketiga pelaksanaan APBD Kota Mataram Tahun 2018. Sementara Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram menjadi satu-satunya OPD yang masuk kategori merah.

Demikian hasil evaluasi yang dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan APBD Kota Mataram Tahun 2018 yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Mataram dan dipimpin oleh Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang bersama Asisten III Setda Kota Mataram Hj. Baiq Evi Ganevia di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Senin (15/10/18). 

Disampaikan oleh Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, dari tiga kategori merah, kuning, dan hijau, DP3A Kota Mataram dinyatakan telah berhasil mencapai realisasi fisik dan keuangan diatas 80 persen dan masuk kategori hijau. Sementara itu BKD Kota Mataram masih berada dalam kategori merah dengan capaian realisasi fisik dan keuangan dibawah 40 persen, dan 47 OPD lain berada dalam kategori kuning dengan capaian bervariasi antara 40-80 persen. 

Secara keseluruhan, diakui Martawang bahwa realisasi fisik dan keuangan pelaksanaan APBD sampai dengan tanggal 14 Oktober 2018 belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya, yang sampai dengan bulan Oktober ditetapkan sebesar 86,67 persen. Sedangkan realisasi fisik baru berada pada angka 62,53 persen dan realisasi keuangan baru 59,31 persen. 

Meski capaian yang belum terlalu baik lanjut Martawang, dapat dimaklumi mengingat banyaknya kegiatan yang belum dapat dilaksanakan karena adanya kejadian bencana gempa bumi berkepanjangan yang menimpa Kota Mataram sepanjang bulan Agustus 2018. Namun demikian dipastikan Martawang, Pemerintah Kota Mataram akan berupaya untuk mempercepat realisasi dengan terus menggenjot program kerja yang masih mengalami penundaan. 

“Tapi dalam percepatan yang akan dilakukan nanti, diharapkan tidak ada dilaksanakan dalam posisi tergesa-gesa di akhir tahun. Harus tetap memperhatikan kualitas dan juga dilaksanakan secara prosedural”, tegasnya. 

Menanggapi hasil evaluasi yang menyatakan BKD Kota Mataram masih ada dalam kategori merah atau dengan capaian dibawah 40 persen, Kepala BKD Kota Mataram H. Syakirin Hukmi menyampaikan setidaknya ada dua kendala dominan yang dihadapi oleh OPD yang dipimpinnya untuk memperoleh capaian lebih tinggi.

Salah satu yang paling dominan adalah terkait dengan pembelian atau pengadaan tanah, diantaranya untuk pengadaan lahan parkir RSUD Kota Mataram dan untuk pembangunan perumahan nelayan. Meski lahan yang akan dibebaskan tampaknya tidak terlalu banyak, namun Syakirin mengingatkan bahwa jumlah anggaran yang dibutuhkan cukup besar. 

"Oktober ini akan kita selesaikan”, ucapnya. 

Dalam pengadaan tanah dijelaskan Syakirin, tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena harus melalui persetujuan banyak pihak. Seperti halnya untuk pembelian tanah wakaf yang prosesnya panjang karena harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Menteri Agama, belum lagi bila masih ada masyarakat yang belum setuju. 

Sedangkan kendala dominan yang kedua yang dihadapi BKD Kota Mataram untuk memperoleh capaian sesuai target adalah terkait dengan Belanja Tidak Langsung, dalam hal ini terkait dengan hibah bansos yang tidak mudah untuk direalisasikan. 

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel