Politisi Muda NasDem NTB, Kraeng Hamid : RS Berbohong! Penerapan Budaya Ketimuran Diterapkan

NTBOke - Beberapa hari terakhir ini, Indonesia dihebokan oleh informasi terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet (RS) yang merupakan salah satu Tim Pemenangan Pilpres Prabowo-Sandi oleh tiga oknum yang tidak bertanggungjawab. Menurut informasi yang disampaikan oleh RS, kejadian itu berlangsung sekitar kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat pada Jumat (21/9/2018) lalu.

Ia bercerita, kejadian itu berlangsung ketika RS berada didalam taxi bersama dua orang peserta dari Sri Lanka dan Malaysia selepas menghadiri sebuah konferensi.

Tiba-tiba taksi yang mereka tumpangi diberhentikan dilokasi sepi oleh tiga orang. Dua rekan yang bersamanya, turun dan berjalan menuju Bandara. Sementara Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap.

Ia pun dihajar habisan dan diinjak perutnya oleh tiga pelaku tersebut serta dilempar ke aspal. Akibatnya, bagian samping kepala RS mengalami luka robek. Dan wajahnya pun mengalami lebam.

Tapi kenyataannya, informasi yang disampaikan oleh RS itu skenario yang dibuat, pemberitaan yang disampaikan RS adalah INFORMASI HOAKS yang dibuat-buat.

Ia pun mengakui kebohonganya melalui channel TV Nasional, Net.TV, Rabu (3/10).

Politisi Muda dari Partai NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB), Kraeng Hamid menyayangkan sekali atas cerita-cerita bohong yang diinformasikan oleh RS.

"Beberapa hari terakhir ini, Kita dihebokan dengan cerita hoaks yang disampaikan oleh RS. Pemberitaan hoaks itu, sedikit membuat ketegangan ditengah Masyarakat. ", terang Kraeng Hamid, Ketua Komite Wilayah Liga Mahasiswa NasDem NTB.

Lanjut Kraeng Hamid yang merupakan Komando Gerakan Pemuda Mahasiswa SEKRETARIAT Nasional (SEKNAS) Jokowi NTB, Bu RS menciptakan informasi hoaks yang cukup hebat. Tapi lambat laun, pembenaran itu pasti datang. Secerdas apapun Kita menciptakan kebohongan. Pembenaran akan selalu ada. 

"Tuhan tidak pernah menutup mata", tegasnya lagi.

Kita sudah terlanjur mengkonsumsi BERITA HOAX dari RS. Maka dari itu, Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia lebih khususnya warga NTB untuk saling memaafkan. Memaafkan itu, merupakan implementasi budaya ketimuran yang sudah turun temurun.

"Kita menyadari, pemberitaan hoaks efeknya besar. Yang terpenting, jadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dan pelajaran buat Kita semua. Agar sekirannya, ketika informasi ada, jangan ditelan mentah-mentah. Yakinkan dulu sumbernya benar dan jelas ", tutupnya

Mengingat pesta demokrasi sedang berlangsung, masyarakat harus cerdas menyikapi persoalan yang sedang terjadi. Dan mengajak masyarakat Indonesia untuk mewujudkan demokrasi sehat, jujur, aman dan damai.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel