Waspada Modus Penipuan Melalui Instagram

NTBOke - Di era digital saat ini, transaksi sudah sangat dipermudah dengan adanya market virtual melalui media internet. Selain melalui media web e-commerce juga mulai banyak penjual yang memanfaatkan medsos diantaranya Instagram untuk menjajakan dagangannya. 

Ketika pedagang itu benar, maka akan sangat membantu pihak yang berniat berbelanja. Tetapi ketika jualan hanya digunakan sebagai kedok untuk menipu atau kriminal, maka tidak jarang menyisakan trauma bagi korban.

Kali ini seorang korban berinisial T yang beralamat di Gunungsari Lobar sangat tertarik dengan promo di akun instagram https://www.instagram.com/kickers_store_jakarta/ .

Dalam akun tersebut, terdapat promo beli satu sepatu mendapatkan bonus satu dengan harga yang cukup fantastis sekitar Rp. 500.000. 

"Jika kita datang ke Mall di wilayah Mataram harga tersebut mungkin Cuma dapat satu pasang saja," kenangnya. 

Berawal dari ketertarikan tersebut maka dilakukan komunikasi dengan nomer HP yang ada di wall akun tersebut 085397301597 yang hanya melayani WA tidak menerima panggilan. 

Singkat cerita terjadilah chatting dengan pemilik akun dan disepakati harga sekitar Rp. 500.000 yang kemudian ditransfer ke rekening nomor 1520017210812 an. MUH MIRSYA AL.
Setelah dilakukan proses transfer dana, singkat cerita dilakukan komunikasi dengan nomer HP tersebut, namun ternyata nomor tersebut tidak merespon WA yang dikirim. 

Harapan untuk mendapatkan sepatu murah lambat laun mulai sirna karena setelah diperhatikan seksama foto-foto dan testimoni kesannya tidak ada yang memberikan komentar. Bahkan hingga sekitar 4 hari menunggu, balasan chating tidak kunjung diberikan tanggapan.  

Setelah cukup jenuh dengan penantian tersebut semakin yakin jika ini merupakan penipuan. Untuk meyakinkan bahwa itu penipuan, dilakukan pengecekan rekening penerima oleh perbankan dan diperoleh informasi bahwa rekening tersebut sedang diawasi oleh perbankan karena transaksinya mencurigakan, bahkan saldo terakhir adalah nol rupiah. 

Pesan kepada seluruh pengguna medsos khususnya Instagram agar berhati-hati memilih lapak dan diamati testimoninya. 

"Dengan pengikut mencapai puluhan ribu tersebut penulis meyakini jika korban dari akun tersebut bukan hanya saya." ujarnya.

Baca juga : M. Irfan Kapitang Diduga Otak Sindikat Penipuan Lintas Provinsi

Transaksi melalui internet secara langsung memang selayaknya sudah harus ditinggalkan dan mulai menggunakan jasa pihak ketiga seperti bukalapak, lazada, shopee, tokopedia atau e-commerce yang ada saat ini. Selamat berbelanja dengan aman. 

Penulis : IP
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel