Pembentukan Pengurus Baru BPPD NTB di Kudeta, Ini Kata Sekda

Pembentukan Pengurus Baru BPPD NTB di Kudeta, Ini Kata Sekda
Sekda Provinsi NTB, Rosyadi Sayuti
NTBOke - Ketua BPPD NTB, Fauzan Zakaria menilai ada upaya oknum tertentu yang melakukan kudeta terhadap kepemimpinan baru Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB yang ditunjuk dalam rapat resmi pemerintah provinsi NTB. 

Upaya kudeta ini di ketahui setelah ada rapat tandingan pembentukan kepengurusan BPPD NTB versi Hadi Faishal.

“Kenapa harus menggelar rapat di luar rapat resmi. Ini sama saja dengan melakukan upaya ‘kudeta’.” Sesal Fauzan Zakaria.

Berdasarkan kesepakatan bersama, kepengurusan BPPD NTB periode 2018-2022 telah terbentuk. Untuk Ketua BPPD NTB di jabat Fauzan Zakaria, Wakil Ketua adalah Nurhaedin, dan Sekertaris di jabat oleh JN Wirajagat. 

Pembentukan ini berlangsung dalam rapat yang di gelar di Rumah Langko pada 24 maret 2018. Rapat resmi ini dihadiri oleh Sekda NTB Rosyadi Sayuti, Kepala Dinas Pariwisata NTB L. Faozal dan sembilan keterwakilan calon komisioner BPPD NTB yang baru. 

“Dalam rapat tersebut pak Kadispar yang membuka rapat dan langsung di pimpin oleh pak Sekda, hari itu juga di musyawarahkan soal kepengurusan dan struktur BPPD,” ujar Fauzan Zakaria.

Menanggapi hal itu, Hadi Faishal saat di konfirmasi via seluler memang mengaku jika pihaknya telah menggelar rapat pembentukan juga. Rapat tandingan tersebut untuk pembentukan kepengurusan baru BPPD NTB. Ia beralasan di gelarnya rapat tersebut karena dalam rapat pembentukan sebelumnya, kepengurusan BPPD NTB belum menemui kata sepakat.

“Belum ada kata sepakat, sehingga kami melaksanakan rapat pada tanggal 28 maret 2018,” beber Hadi Faishal sembari mengirimkan foto undangan rapat tersebut.  

Sementara itu Sekda Provinsi NTB, Rosyadi Sayuti menanggapi dualisme kepengurusan BPPD NTB 2018-2022. Ia mengakui jika memang ada rapat resmi yang di gelar di Rumah Langko belum lama ini. 

Saat itu, Dirinya mengusulkan agar Fauzan Zakaria menjadi ketua BPPD NTB ke depan. Rosyadi beralasan di usulkannya Fauzan Zakaria menjadi ketua, karena Fauzan Zakaria dianggap mampu menggunakan bahasa Arab. Kemampuan berbahasa Arab yang di miliki oleh Fauzan di rasa penting untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dari Timur Tengah.

“Saya juga hadir disitu (Rumah Langko) ada musyawarah ada arahan-arahan dari saya karena ini kan pariwisata halal, sehingga sangat wajar lah kalo kami dari pemerntah menyarankan untuk yang menjadi ketua adalah yang bias bahasa arab, satu-satunya yang bias bahasa arab di tim 9 itu hanya ustad Fauzan Zakaria maka dialah yang terpilih,” ungkap Rosyadi Sayuti pada Kamis (29/3/2018). 

Seharusnya jika memang ada pihak yang tidak setuju dengan usulan pemerintah seyogyanya kala itu langsung diutarakan. Karena tidak ada satupun pihak yang menyanggah atau keberatan, maka rapat di umah Langko di ambil keputusan bahwa Fauzan Zakaria di tunjuk sebagai Ketua BPPD NTB periode 2018-2022.

“Itu hasil resmi dari musyawarah itu, waktu itu pak kadis pariwisata NTB minta pendapat yang lain tapi tidak ada yang berpendapat artinya kan sepakat, kan kalau dia complain terhadap saran saya misalnya tidak setuju kan pada saat itu, bias kita diskusikan. Sampai selesai rapat tidak ada yang complain,” 

Jika kemudian tiba-tiba ada rapat pembentukan di luar rapat resmi, maka Sekda NTB menilai pihak – pihak yang melakukan rapat tandingan tersebut dianggap sudah mengingkari kesepakatan dan mengingkari etika berorganisasi.

“Sehingga tidak boleh lagi ada musyawarah setelah itu, (jika ada musyawarah tandingan) itu mengingkari kesepakatan resmi,” tegasnya.

Penulis : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel