ASITA NTB Tak Ikut Campur Soal Kisruh BPPD NTB

NTBOke - Asosiasi Travel Agen Nusa Tenggara Barat (Asita NTB) mengaku tidak ingin ikut campur dalam polemik kepengurusan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. 

Pengakuan tersebut terungkap saat jumpa pers terkait Rinjani Travel Mart tahun 2018 di hotel Golden Palace Mataram pada Senin (2/4/2018). 

“Kita tidak ikut ikutan soal BPPD itu, kita mau kerja dulu biarlah itu urusan pemerintah dan tim, Kami fokus kerja aja. Untuk sementara, no comment lah ,” kata Dewantoro Ombu, ketua Asita NTB.

Dewantoro mengatakan saat ini Asita NTB tengah fokus mensukseskan acara Rinjani Travel Mart yang akan dilangsungkan di Mandalika Resort, Kute, Lombok Tengah agar target jualan tercapai.

Pada RTM 3 tersebut dipastikan akan diikuti oleh 200 Buyer atau pembeli paket Wisata dan 56 Seller atau penjual paket wisata yang ditawarkan dengan target transaksi 40 Milyar Rupiah.

“Insya Allah target 40 Milyar itu tercapai karena disana ada branding KEK Mandalika. Kami fokus untuk itu,” pungkas Dewantoro.

Untuk diketahui, saat ini publik NTB dikecohkan dengan permasalahan dualisme kepengurusan BPPD. Yaitu antara TG Fauzan Zakaria (Ketua APII NTB) dan Lalu Abdul Hadi (Ketua PHRI NTB).

Penyebabnya, beberapa dari anggota Tim 9 tidak setuju dengan usulan Sekda NTB yaitu menunjuk TG Fauzan karena bisa berbahasa arab dan dianggap sesuai dengan rencana NTB yaitu memasarkan wisata halal ke Timur Tengah.

Buntut permasalahan ini mengarah ke aksi tolak tanda tangan kesepakatan oleh beberapa orang anggota Tim 9. Mereka kemudian menggelar voting untuk memilih ketua BPPD.


Hasil dari voting tim 9 menunjukkan Lalu Abdul Hadi, terpilih sebagai ketua dengan perolehan 6 suara. Sedangkan TG Fauzan terpilih sebagai wakil ketua dengan perolehan suara tiga suara

Namun hingga saat ini, dari dua orang tersebut belum diketahui siapa sebenarnya yang menahkodai BPPD NTB. Karena, keduanya sama-sama masih belum memiliki SK.

Penulis : Dee
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel