Intimidasi Jurnalis, Oknum Pejabat Pemkot Mataram Menuai Kecaman

Intimidasi Jurnalis, Oknum Pejabat Pemkot Kota Mataram Menuai Kecaman
Ilustrasi Kampanye Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis
NTBOke - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram mengecam tindakan oknum pejabat kota Mataram berinisial N. Kecaman ini dilakukan sebab Jurnalis Suara NTB Muhammad Kasim diduga mengalami intimidasi dari oknum pejabat N saat liputan.

Berdasarkan informasi yang di serap NTBOke, peristiwa intimidasi ini berawal saat Jurnalis Muhammad Kasim alias Cem menemui pelaku N yang menjabat sebagai Kabag Infrastruktur dan Kerjasama Setda Kota Mataram pada Rabu (4/4/2018). 

Anggota AJI Mataram ini hendak mengkonfirmasi N soal rendahnya serapan realisasi fisik dan keuangan Pemkot Mataram triwulan pertama. Cem mengkonfrontir data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), namun reaksi pelaku dianggap tidak ramah. 

"Anda dapat data dari mana itu?," sergah pelaku. 
"Saya dapat dari data dari web monev LKPP," jawab Cem. 
"Silahkan saja pakai (Data LKPP), saya no comment," timpal N.

Mendengar jawaban kurang ramah, Cem memilih tidak melanjutkan pertanyaan dan beringsut pergi untuk berkumpul dengan jurnalis lainnya yakni Ali Ma'sum dari Radar Lombok dan Azizam TVRI NTB. Rupanya peristiwa berlanjut dimana N keluar dari ruang rapat, dan memanggil Cem dengan nada tinggi. 

"Saya kaget, tiba tiba ada yang teriak "sini". Awalnya saya ndak ngeh. Saya baru sadar waktu si pelaku ini sudah berhadap hadapan muka dengan Cem. Tangan bapak itu udah ngacung, seperti mau mukul," tutur Ali. 

Cem memberi isyarat agar Ali dan Azizam merekam kejadian itu. Cecok tak terelakkan. Bahkan pelaku Z melontarkan kata kata dengan kasar. 

"Kamu wartawan bodoh, kamu wartawan banci". Cem menimpali dengan melontarkan kalimat sama, "Kamu itu pejabat bodoh, pejabat banci," ucap Cem. 

Cekcok mereda setelah keduanya sama sama menjauh. Dan Kabag Humas Setda Kota Mataram Lalu Mashun mendekat untuk melerai dan menenangkan keduanya. 

Atas peristiwa tersebut, AJI Mataram mengecam sikap arogan pelaku. Ketua Divisi Advokasi AJI Mataram Haris Mahtul menyebut aksi oknum pejabat Z termasuk bentuk intimidasi dan ancaman kekerasan terhadap jurnalis.

"Menurut kami pelaku masuk kategori menghalang halangi tugas jurnalis, ancamannya Pidana sesuai Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, terkait upaya menghalang halangi tugas jurnalis dengan ancaman dua tahun penjara dan denda Rp 500 juta," sebut Haris. 

Pihaknya sedang mengkaji langkah advokasi kepada jurnalis yang diancam tersebut, termasuk kemungkinan upaya bersurat ke Walikota Mataram agar menegur bawahannya tersebut. Haris juga berharap, pejabat Pemkot Mataram harus bersikap arif menjadi narasumber karena kerja jurnalistik dilindungi undang undang. 

"Jangan sampai kejadian ini terulang. Harapan kami tidak ada lagi pejabat yang arogan melayani kebutuhan wawancara wartawan," pungkasnya. 

Sementara itu Kabag Humas Pemkot Mataram, Mahsun saat di konfirmasi via telpon mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum N. Menurutnya, kejadian seperti itu tidak perlu terjadi jika keduanya bisa saling memahami tugas masing-masing.

Ia juga mengaku sudah melaporkan insiden yang menimpa Jurnalis Cem kepada Asisten I maupun Sekda Kota Mataram. Sedianya dalam waktu dekat, oknum N bakal di panggil untuk menjelaskan duduk persoalan.

“Sangat di sayangkan, seharusnya tidak terjadi, sudah saya lapor ke Asisten I dan pak Sekda kalo ada insiden dengan wartawan, Insya Allah akan di panggil (oknum N),” ujar Mashun. (Dee) 

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel