Kampanye di Pancor, Ali BD & TGH Lalu Gede Sakti Diarak Massa

Kampanye di Pancor, Ali BD & TGH Lalu Gede Sakti Diarak Massa
NTBOke - Kebanggaan masyarakat Lombok Timur atas kinerja calon Gubernur Ali BD dibuktikan kala pasangan calon nomor 4 ini berkampanye dialogis di Lingkungan Dayen Masjid, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Ali BD & TGH Lalu Gede Sakti pun diarak massa.

Dalam kampanye yang dilakukan oleh keduanya, kali ini tampak berbeda. Pasalnya, selepas memberikan jawaban atas pertanyaan masyarakat di kampanye dialogis, keduanya baik Ali BD dan TGH Lalu Gede Sakti juga turun ke lapangan guna menjumpai masyarakat untuk berdialog sehingga bisa diketahui apa yang menjadi keinginan masyarakat.

Hal inilah kian membuat wilayah Pancor tumpah ruah dengan ribuan masyarakat yang langsung mengarak keduanya kala berkeliling kampung di Lingkungan Dayen Masjid.

"Pak Ali BD dan TGH Lalu Gede Sakti benar-benar merakyat banget, tidak salah jika masyarakat Nusa Tenggara Barat berani mengumpulkan KTP sebanyak-banyaknya demi mengusung keduanya. Salut buat keduanya," teriak Warga Pancor Ibu Rani, Selasa (3/4/2018).

Tak itu saja, saat berkeliling kampung baik ribuan masyarakat yang menyesaki wilayah tersebut membuat Ali BD maupun TGH Lalu Gede Sakti mencair dengan masyarakat. 

"Meskipun usia sudah tua, tapi sosok seperti Pak Ali BD yang kami cari. Semua dilakukan tanpa meninggalkan hutang satu pun, semua dikemas dengan baik. Makanya, kami warga Pancor merasa heran bila hingga sekarang Bapak Ali BD kerap diterpa isu tidak baik. Bagi kami warga Pancor melihatnya isu yang berkembang hanya untuk menjatuhkan Bapak Ali BD dengan cara yang tidak baik," bebernya lagi.

Saat berkeliling kampung Dayen Masjid, keduanya baik calon Gubernur Ali BD dan calon Wakil Gubernur TGH Lalu Gede Sakti juga melakukan dialog dengan masyarakat.

Di sini, pemilik nama asli Ali Bin Dachlan menekankan agar silahturahmi harus terjaga hingga seluruh pelosok desa.

"Orang Pancor banyak berkembang karena sering melakukan silahturahmi dan jagalah silahturahmi dengan baik, biarpun sibuk berkampanye maka lakukan silahturahmi dengan benar. Jagalah kampung halaman dengan baik," ucap Ali BD.

Menurutnya, masyarakat juga turut serta dalam membantu pemerintah dalam menjaga keamanan karena ini salah satu peran penting masyarakat sehingga kampung halaman selalu aman dan terjaga dengan baik.

"Pilkada adalah hak, memilih kepala daerah adalah hak bukan kewajiban. Jika tidak ada yang pas maka jangan paksakan hati untuk memilih. Pilkada jangan dibuat tegang, tapi buatlah tersenyum dan tidak usah pecah belah di Pilkada. Jagalah persatuan, gunakan hak dengan bagus, jangan menimbulkan ketegangan khususnya di Pilkada," tuturnya.

Selain itu, saat berkeliling kampung tersebut Ali BD menegaskan bahwa anggaran dana desa jangan sampai sebatas kepala dusun melainkan RT harus juga merasakan, maka RT juga harus mendapat gaji. 

"Setiap kelurahan juga akan disiapkan dan akan saya buat di peraturan Gubernur karena kelurahan sangat penting buat pertumbuhan masyarakat. Tidak hanya RT melainkan RW juga akan mendapatkan gaji dan ini yang saya lakukan di Lombok Timur," paparnya.

Bahkan, agar tidak menyalahgunakan aturan maka pemerintah kabupaten/kota diminta untuk menerbitkan perbup/perwal sebagai payung hukumnya.

Mendengar ucapan dari suami Hj. Supinah, langsung membuat wilayah tersebut menggema akibat teriakan masyarakat yang menyebutkan nama Ali BD dan TGH Lalu Gede Sakti. "Hidup Ali-Sakti," teriak Warga Pancor.

Tak itu saja, masyarakat Pancor meminta agar kartu jaminan kesehatan semuanya terpenuhi, terlebih kesehatan merupakan hak utama di masyarakat.

"Dalam program saya, kesehatan menjadi hal yang paling difokuskan selain pendidikan. Kartu jaminan kesehatan adalah harga mati dan tidak bisa ditoleransi lagi, karena semua masyarakat terutama masyarakat miskin harus mendapatkan kartu tersebut. Pemerintah pusat dan Pemkab Lombok Timur sudah menggelontorkan 240 ribu kartu jaminan kesehatan. Pemerintah pusat mengeluarkan 170 ribu dan 70 ribu dari Pemkab Lombok Timur, di sini saya pastikan saat menjadi Gubernur semua pasti mendapat kartu jaminan kesehatan," paparnya.

Apa yang diucapkan oleh Ali BD bukan semata-mata janji kala maju menjadi Gubernur saja melainkan buatnya ucapan merupakan amanah yang wajib dilakukan.
"Saya berkata di sini adalah untuk masyarakat dan catat semua perkataan saya karena saya tidak suka berbohong! Karena saya malu untuk berkata bohong. Pendidikan, kesehatan adalah janji utama yang saya realisasikan!," ungkapnya dengan nada tegas.

Diakuinya, persoalan kesehatan jangan dianggap sebelah mata. Baginya, jika masyarakat sehat maka pertumbuhan perekonomian berjalan dengan baik. Masyarakat pun mudah beraktivitas. Oleh karenanya, tidak ada alasan mana pun buat pemerintah yang tidak mendorong pembangunan rumah sakit.

"Jika ada pihak yang tidak mendukung pembangunan rumah sakit itu sama saja orang bodoh, orang tidak berakhlak. Pikirkanlah masyarakat miskin, bukan memikirkan untuk diri sendiri," lanjutnya.

Terakhir adalah soal pendidikan. Ali BD menegaskan bahwa seluruh uang sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK akan digratiskan khususnya sekolah negeri. Hal ini dilakukan, karena dirinya melihat dalam mengeluarkan biaya uang sekolah jumlahnya tidak sedikit.

"Jangan bicara dengan melihat masyarakat yang mampu, melainkan lihatlah masyarakat miskin. Mereka (masyarakat miskin-red) sulit untuk menyekolahkan anaknya, padahal mereka memiliki generasi muda. Banyak masyarakat putus sekolah dan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan tidak boleh terjadi lagi di NTB. Termasuk, akan diberikan beasiswa mulai S1 hingga S3. Cara inilah akan menelurkan generasi muda di NTB semakin lebih banyak, tentu NTB semakin lebih hidup dan berkembang menjadi lebih baik," urainya.

Sementara itu, TGH Lalu Gede Sakti mengatakan bahwa masyarakat harus merangkul satu sama yang lain, semua harus mempunyai rasa sayang karena cara ini menjadikan kedamaian di NTB.

"Semua harus dirangkul, semua harus disayangi, semua harus diayomi artinya adalah kita semua merupakan satu saudara, satu hati, satu pemikiran karena harus berdasarkan rasa kasih sayang," tukasnya.

Baca juga :


Penulis : Asror
Publikasi : Admin

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel