SLB Negeri 1 Peringati Hari Disabilitas Internasional

NTBOke - Sekolah Luar Biasa Negeri 1 Sumbawa memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2018 pada Sabtu pagi (15/12) di Halaman Sekolah SLB N 1 Sumbawa. 

Acara yang diawali dengan persembahan tari nguri oleh siswi-siswi tuna rungu SLBN 2 tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Sumbawa, perwakilan Forkopimda, perwakilan pimpinan OPD,  Ketua GOW Kab. Sumbawa beserta jajaran, Anggota TP. PKK Kab. Sumbawa.

Plt. Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Sumbawa Drs. H. Muhammading, M.Si menyampaikan bahwa setiap tanggal 3 Desember dirayakan sebagai Hari Disabilitas Internasional. Sesuai tema HDI Tahun 2018 

Indonesia iinklusi dan ramah disabilitas diharapkan dapat menjadi pengingat pada gagasan pendidikan untuk semua. Hak, kesempatan, kesetaraan, dan akses yang sama menjadi isu penting dalam dunia pendidikan mutakhir. Termasuk bagi anak-anak difabel atau anak berkebutuhan khusus. Mereka berhak memiliki pintu-pintu yang sama untuk dapat belajar di sekolah seperti anak-anak yang lain.

Disampaikan bahwa perkembangan ilmu pendidikan saat ini memang menekankan humanisme dan menghargai adanya perbedaan setiap individu. Setiap anak dianggap unik, memiliki kebutuhan, kemampuan, dan potensi yang berbeda-beda. Karenanya, sistem pendidikan usang yang masih memukul rata kemampuan setiap anak disebut sebagai pembelajaran klasikal. Dalam pembelajaran klasikal, setiap anak dalam satu kelas dianggap memiliki kemampuan yang seragam. Maka, tujuan, materi, metode, dan penilaian hasil belajar yang diberikan pada setiap anak adalah sama.

Lawan dari pembelajaran klasikal adalah pembelajaran individual. Dalam sistem ini, anak menjadi pusat proses belajar. Artinya, apabila memang dibutuhkan, setiap anak dapat memiliki tujuan, materi, metode, dan penilaian hasil belajarnya tersendiri. Anak-anak dapat belajar dalam satu ruang kelas yang sama, dalam kegiatan belajar yang sama, tetapi setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda dan khas. Gagasan pembelajaran individual ini menjadi ide awal lahirnya pendidikan inklusi.

“Gagasan inklusi adalah menciptakan pendidikan yang melihat kekurangan dalam diri individu sebagai hal yang perlu diakomodasi, melalui pembelajaran yang berfokus untuk menggali kemampuan, kelebihan, minat, dan bakat yang dimiliki anak. Dengan adanya keyakinan bahwa setiap anak mampu belajar dapat membuat arti pendidikan menjadi hidup dan berjiwa”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB N 1 Sumbawa selaku Ketua Panitia melaporkan bahwa jumlah difabel di Kabupaten Sumbawa terbilang banyak, dan yang bersekolah di SLB N 1 Sumbawa sejumlah 133 orang, terdiri dari 77 orang jenjang SDLB, 31 siswa jenjang SMPLB, dan 25 siswa jenjang SMALB. Ini belum mencakup keseluruhan desa-desa yang berada jauh dari wilayah kota Sumbawa, dan belum mencakup Sumbawa bagian timur. Sebagian dari mereka telah membuktikan bahwa mereka mampu berprestasi. Adapun prestasi yang telah diraih siswa-siswi SLB N 1 pada Tahun 2017  antara lain juara 1 menari, juara 1 membuat poster, dan juara 2 membatik  tingkat Provinsi. Pada Tahun 2018 berhasil meraih juara 1 pantomim tingkat Prov. NTB dan masuk 12 besar tingkat nasional, juara 2 membuat hantara, juara 2 menari, dan juara 2 membatik tingkat provinsi NTB. 

Dalam acara tersebut juga ditampilkan kata hati oleh perwakilan siswa yang disampaikan oleh Miftah Hilmi Afifah, curahan hati wali murid oleh Muhammad Ansori, serta pembacaan puisi oleh opi siswa tuna netra, menyanyi solo oleh Heru Juliansyah dan dominggus siswa tuna netra dan tuna grahita, dan Pantomim oleh siswa tuna rungu M. Juliansyah, dkk.

Penulis : TIM
Publikasi : Admin

Posting Komentar

Apa reaksimu? silahkan berkomentar. Bebas tapi sopan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel